Fenomena Susah Untuk Menikah

Saya rasa tak ada seorangpun yang mau mengalami seperti judul di atas. Bagaimanapun yang namanya menikah adalah salah satu kebutuhan alamiah dasar manusia. Ya ngga sih? mungkin bagi manusia yang masih normal masih membutuhkannya, tapi bagi yang mungkin tidak normal, hmmmm…..tanyakan pada hati nurani anda.
Suatu ketika saya sedang ngobrol dengan salah seorang rekan saya sesama guru. Dia menceritakan bahwa dia mempunyai teman (seorang wanita) yang sedang mencari jodoh padahal usianya saat ini sudah lebih dari 30 tahun. Setelah saya tanyakan kira-kira apakah cuma dirinya seorang yang mencari jodoh? ternyata dari teman yang lainpun saya mendapatkan informasi yang serupa. Ternyata jumlah wanita yang belum menikah di usia di atas 27 sampai 30an tahun sangat banyak.
Sebenarnya ini hanyalah analisa saya pribadi sebagai seorang istri, seorang ibu, seorang guru sekaligus mempunyai sahabat yang banyak dan sering menjadi tempat curhat oleh teman-teman saya. Menurut pendapat saya pribadi, sebenarnya ini adalah sesuatu yang lucu tapi aneh. Kok lucu dan aneh? yang lucu dan aneh bagi saya adalah sebagian besar dari wanita yang belum menikah ini memiliki wajah yang tidaklah jelek, kebanyakan dari mereka berwajah manis bahkan boleh dikatakan cantik, berkulit terang, berpendidikan bagus dan dibesarkan dalam lingkungan yang baik-baik. Apakah tidak ada seorang pria yang pernah melamar atau tertarik dengan mereka? jawabannya adalah “TIDAK”. Bahkan mereka sudah sering diperkenalkan dengan seorang pria yang tertarik bahkan mau menjadi suami bagi mereka. Tapi “SAYANG” jawaban dari para wanita ini adalah “Mereka Menolak Pria-Pria Yang Bermaksud Baik Tersebut” untuk melamar secara baik-baik dan datang kepada orang tua mereka. Alasannya adalah karena tidak sesuai dengan kategori “Pria Dambaan” mereka, seperti kaya, punya jabatan tinggi, sudah mapan seperti sudah punya rumah sendiri, mobil sendiri, mesti sholeh setara level Ustadz, dan impian lain mereka.
Apakah hal ini terjadi pula pada kaum Pria? Ya, tentu saja karena mereka ingin melamar secara baik-baik, tapi mereka selalu “TERTOLAK”. Sungguh kasihan nasib para “Pria” ini. Dan akhirnya merekapun menjadi putus asa. Sebagian dari mereka yang tadinya ingin melamar wanita baik-baik tapi tertolak, maka akhirnya mereka pun memilih wanita mana saja yang mau menerima lamaran mereka. Hehe…terserah apapun pendapat anda tapi inilah kenyataan yang banyak terjadi di sekitar kita. Dan seandainya saja ada pihak yang ditugaskan oleh pemerintah untuk mengambil sample data ada berapakah jumlah “Wanita Produktif” dan “Pria Produktif” yang belum menikah di negeri ini terutama di kota-kota besar?
Jika kita mau melakukan flash back beberapa tahun ke belakang, maka pada tahun 1990an jumlah wanita dan pria yang produktif untuk menikah, masih sangat mudah ditemukan. Berbeda dengan beberapa tahun di era 2000an ini, banyak kaum muda yang ternyata sulit untuk menikah. Oya saya mencoba menarik kesimpulan alasan mereka sulit untuk menikah :

  1. Terlalu banyaknya target pencapaian yang diinginkan seperti harus cantik atau tampan, harus kaya, harus berkedudukan tinggi, harus mapan, harus sholeh selevel kyai, dan lain-lain.
  2. Terlalu sibuk dengan karir atau terlalu sibuk dalam mencari ilmu
  3. Keadaan ekonomi yang sulit yang menyebabkan terlalu banyak tuntutan yang harus dicapai sebelum memasuki dunia “rumah tangga”.
  4. Memandang remeh arti pentingnya menikah, padahal naluri untuk memiliki pasangan hidup setiap manusia pastilah ada selama seseorang masih normal sebagai seorang wanita ataupun sebagai seorang pria. Dan dengan menikah maka manusia akan bisa memiliki garis keturunan yang jelas.
  5. Terlalu santai, malas ataupun kurang berusaha untuk mencari pasangan hidup dengan beralasan bahwa jodoh juga akan datang suatu saat nanti. Padahal Allah SWT tidak akan mengubah nasib seseorang selama ia tidak berusaha merubah keadaannya sendiri.
  6. Faktor orang tua yang terlalu mempersulit anak-anak mereka yang telah mencapai usia dewasa untuk menikah. Seperti terlalu banyak menentukan persyaratan yang sesuai dengan kehendak orang tua, sehingga anak-anak mereka menjadi putus asa untuk menikah.

Bagaimanakah dengan solusi dari permasalahan di atas? sebenarnya jika kita mau mengkaji judul di atas, maka saya kira 50 lembar halaman bukupun tak akan cukup untuk membahasnya. Apalagi jika kita membandingkan fenomena ini dengan kenyataan yang terjadi di negara lain terutama nagara-negara maju seperti Amerika, Jepang, dan negara maju lainnya. Termasuk mengambil sample data dari masing-masing negara. Tapi seperti inilah umumnya yang terjadi saat ini. Tapi bukan berarti masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Masalah ini lebih banyak terkait dengan individu-individu yang sedang menghadapi masalah itu sendiri. Dan jika kita melihat lebih jauh lagi, maka sebenarnya faktor agamalah yang banyak berperan sebagai pengurai dari permasalahan tersebut. Mengapa demikian? dari segi kacamata Islam, sebenarnya sebagai seorang yang mengaku dirinya beriman akan mudah menerapkan ajaran agama Islam itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam hal kebutuhan seseorang untuk memiliki pendamping hidup.
Sebenarnya dalam tuntunan agama Islam itu sendiri tidaklah mempersulit seseorang untuk menikah seperti “apabila datang seorang lelaki yang baik agamanya datang untuk meminang seorang wanita yang baik-baik, maka dianjurkan wanita itu menerima pinangan lelaki tersebut. Apabila tidak, maka akan ditakutkan datangnya fitnah bagi wanita tersebut” (ini diambil berdasarkan sebuah hadits dari Rasulullah SAW) atau dari hadits lalinnya yang menganjurkan untuk mempermudah seseorang untuk menikah. Dengan menikah, maka seseorang terjaga dari perbuatan yang tercela seperti perzinahan. Dan dengan menikah pula, maka seseorang akan merasa tenang karena memiliki pasangan hidup yang menjadi tempat berbagi perasaan, kasih sayang, kebutuhan, perhatian, perlindungan dan rasa aman.
Jadi bagi teman-teman yang merasa masih susah untuk menikah, coba carilah biang permasalahannya seperti apa sih sebenarnya kendala mengapa tidak ada satupun pria yang datang melamar diberikan kesempatan untuk menjadi suami bagi dirinya?
Ada satu nasehat yang baik untuk diri kita yang sedang merasa “Galau” mengapa sangat susah untuk mendapatkan pasangan yang ideal? Percayalah teman…..tak akan pernah kita menemukan satu orang manusiapun di muka bumi ini yang memiliki kesempurnaan yang paripurna. Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan kekurangan tapi juga diberikan kelebihan. Jadi untuk mengakali bagaimana untuk menemukan pasangan ideal adalah, lihatlah seperti apa sih pribadi kita sendiri? Sebenarnya Allah SWT tidak akan pernah salah mempertemukan seseorang dengan jodohnya, karena dari Al Qur’an sendiri sudah dijelaskan “…..Dia menciptakan pasangan- pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa terteram kepadanya…..”(Qur’an, Surah Ar-Rum : 21). Wanita yang baik biasanya akan mendapatkan pasangan yang baik. Pria yang jahat biasanya juga akan mendapatkan pasangan hidup yang serupa dengannya. Wallahu a’lamu bissawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s