Being A Mom, A Superb Profession?

Kata siapa menjadi seorang ibu atau menjadi seorang ibu rumah tangga itu sama dengan ‘dunia perbudakan’? Kedengarannya aneh dan agak sedikit lucu ya? Mungkin sebagian wanita karir bahkan banyak dari kalangan orang-orang yang tinggal di kota besar di era modern sekarang ini, akan memandang remeh profesi yang satu ini. Kok dibilang profesi sih?

Ini menurut pengalaman saya loh yang selama 15 tahun terakhir ini membesarkan anak-anak saya. Dan menurut pengamatan saya sendiri, bisa dibilang pekerjaan ibu rumah tangga itu adalah sebuah profesi. Nggak percaya? Coba saja anda tengok pada KTP (kartu tanda penduduk) beberapa orang wanita yang tidak bekerja di kantor yang hanya tinggal di rumah mengurusi anak-anak mereka, biasanya pada urutan pekerjaan atau profesi akan tertulis sebagai ‘Ibu Rumah Tangga’.

Dan biasanya jika seseorang bertanya kepada saya, “apa pekerjaan ibu?”. Lalu kemudian saya jawab “di rumah ngurusin anak!”, biasanya mereka hanya tersenyum. Saya sudah bisa menebak apa yang ada di dalam benak mereka. Umumnya banyak orang-orang yang menganggap remeh bahkan menganggap bahwa pekerjaan ibu rumah tangga itu bukanlah pekerjaan yang membanggakan, rendah dan setara dengan level seorang pembantu. Mengapa? ya, tentu saja karena mereka menganggap ibu rumah tangga itu tidak mempunyai penghasilan.

Terkadang saya merasa prihatin dengan keadaan sebagian kaum perempuan terutama kaum ibu di negeri ini. Banyak dari kalangan wanita-wanita terdidik yang memiliki gelar sarjana merasa malu dan merasa tidak berguna dengan menjalani profesi ibu rumah tangga selama 24 jam. Dengan alasan emansipasi kaum wanita, maka mereka lebih memilih menyerahkan pengasuhan anak-anak mereka kepada nenek atau pembantu mereka. Padahal ada sesuatu yang tanpa mereka sadari, hilang dan menimbulkan sebuah prahara baru yang ujung-ujungnya dapat kita saksikan di berbagai media seperti perkelahian remaja, kenakalan remaja, pergaulan bebas, narkotika dan masih banyak lagi.

Nah, dalam tulisan saya kali ini, saya hanya akan menyinggung tentang sisi-sisi positif dari profesi ibu rumah tangga ini. Pernahkan anda membayangkan ada sebuah pekerjaan yang tidak memiliki gaji, tanpa batasan jam kerja, tidak mendapatkan bonus, bersedia untuk stand-by untuk hal-hal bersifat darurat, mengawasi dan mengurus keperluan seseorang tanpa mengenal istirahat bahkan dalam keadaan sakit sekalipun, tidak mengenal cuti atau libur dan tidak memiliki level atau pangkat jabatan? Jawabannya tidak ada. Dan mana ada orang yang mau menekuni pekerjaan tersebut?

Itulah pekerjaan ibu rumah tangga. Ia adalah sebuah amanah yang berat dan memiliki cakupan yang tidak terbatas. Di dalamnya ada tanggung jawab yang besar sebagaimana seseorang manager atau coach yang harus menyiapkan sebuah tim yang tangguh yang dapat memperjuangkan keberhasilan sebuah misi pencapaian dalam sebuah perusahaan. Seorang ibu harus mampu mempersiapkan sebuah tim yang terdiri dari anggota yang bernama anak. Anak ini dipersiapkan menjadi seorang manusia handal dengan berbagai bakat dan keterampilan yang tangguh dan dapat menjadi pemimpin yang hebat dan sukses suatu saat nanti. Atau mempersiapkan anak menjadi manusia yang lebih manusiawi, memiliki berbagai macam kecerdasan, perilaku yang mulia, dan sebagai seorang yang sholeh. Hmm, ternyata kedengarannya hebat ya? Bukan cuma itu, seorang ibu adalah layaknya seorang sutradara, arsitek, supervisor, trainer, designer, atau apapun itu namanya. Seorang yang bekerja di balik layar tanpa butuh penghargaan tropi sekalipun. Sungguh hebat rupanya pekerjaan yang satu ini yang hanya akan ditekuni oleh kaum perempuan yang ikhlas dan sabar.

Seorang wanita seharusnya merasa bangga dengan pekerjaan ini. Bagaimana tidak, di satu sisi ia mengajarkan kekuatan, ketegaran, kebesaran jiwa, semangat, kejujuran, keberanian, ketekunan dan disiplin yang tinggi. Namun di sisi lain, ia pun mengajarkan kasih sayang, rasa cinta, kerendahan hati, kesabaran, ketulusan, lemah lembut dan perhatian. Sungguh sempurna profesi yang satu ini. Saya hanya bisa bertanya dalam hati, masih banyakkah kaum perempuan yang ikhlas menjalaninya?

Dunia pun tahu, bahwa dibalik kesuksesan seseorang pasti ada peran seorang ibu. Lihatlah para pemimpin dunia yang sukses atau para ulama yang sukses, biasanya mereka dididik dan dibesarkan oleh seorang ibu yang hebat. Terkadang saya hanya melihat ini sebagai sebuah dilema. Betapa banyak anak-anak yang ‘kehilangan’ peran ibunya. Peran ibu yang harusnya sangat dekat, digantikan oleh seorang pembantu atau pengasuh yang belum tentu mampu mengajarkan dan mengenalkan kebaikan pada anak. Ada begitu banyak anak-anak yang ‘merindukan’ kehadiran ibu mereka. Dan inilah yang hilang dalam kehidupan sekarang ini.

Ada begitu banyak rasa kekhawatiran yang muncul. Rasa pesimisme dan juga ketakutan. Emansipasi berubah menjadi sebuah arogansi pada diri kaum perempuan. Tapi kita tidak boleh berputus asa atas fenomena kehidupan seperti di atas. Selalu ada celah dan harapan untuk merubah keadaan. Saya sangat memotivasi kaum perempuan agar tidak meninggalkan naluri aslinya sebagai seorang pendidik. Dan sungguh, profesi sebagai ibu yang baik itu bagaikan seseorang menanam benih yang baik, kemudian benih yang ditanam itu tumbuh menjadi tanaman yang kokoh dan bagus karena dirawat dengan baik, dan pada waktunya dipanen, maka tanaman itupun akan menghasilkan buah yang berkualitas baik. Proud of you mom, thank you and you’re always be the best!

Advertisements

To Be The Loved One

Menjadi Istri Yang Dicintai Suami

Setiap wanita ingin dicintai dan dihargai. Setiap wanita ingin merasakan bahagia apalagi setelah ia menikah dan menjadi seorang istri. Islam telah memberikan tuntunan bagaimanakah menjadi istri yang baik seperti yang diajarkan dalam Al Qur’an

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظ اللَّهُ

Artinya :

“Maka wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allâh, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allâh telah memelihara mereka…”.

(Surah An-Nisâ’ (4):34)

Dalam salah sebuah hadits, Rasûlullâh saw. menyebutkan secara terperinci sifat-sifat wanita atau isteri yang sholehah. Sabda Beliau:

خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تُسِرُّكَ إِذَا أَبْصَرْتَ , وَ تُطِيْعُكَ إِذَا أَمَرْتَ , وَ تَحْفَظُ غَيْبَتَكَ فِي نَفْسِهَا وَ مَالِكَ

Artinya :

“Sebaik-baik isteri ialah yang menyenangkan-mu ketika engkau menatapnya, mematuhi-mu ketika engkau perintah; dan ketika engkau pergi, ia menjaga kehormatan-mu, yaitu dengan menjaga dirinya dan juga harta-mu”.

(H.R. Ath-Thabrânî. Lihat Al-Fathul-Kabîr juz III hal. 126 no.: 3294)

suami istriMenjadi istri sholehah yang dicintai suami memang tidaklah mudah karena untuk mewujudkannya kita butuh kesungguhan hati dan juga kemauan yang kuat untuk selalu mencari ilmu seperti apa sih sebenarnya karakter yang memenuhi syarat sebagai istri sholehah itu. Dan ketika telah menemukan jawabannya maka dibutuhkan kerja keras untuk mau merubah sifat diri yang mungkin kurang bagus yaitu dengan banyak mengendalikan emosi, pikiran dan perasaan.

Pada dasarnya jika kita berusaha untuk merubah keadaan terutama sikap kita yang selama ini kurang baik terhadap suami seperti misalnya tidak mau melayani suami dengan baik, selalu memberikan respon negatif pada suami (wajah marah dan masam), sering melontarkan kata-kata kasar pada suami yang mungkin bisa menyakiti perasaannya, tidak pernah meminta maaf jika melakukan kesalahan, tidak pernah mengucapkan terima kasih pada suami, terlalu mencurigai suami dan menuduhnya secara berlebih-lebihan, menuntut sesuatu diluar batas kemampuan suami dan lain sebagainya, maka keadaan yang tadinya bisa menimbulkan pertengkaran dan situasi yang memanas niscaya berangsur-angsur akan membaik. Dan tanpa disadari oleh sang istri, itu akan mempengaruhi sikap balik dari suami yang tadinya pesimis terhadap sang istri ternyata bisa juga berubah sikap menjadi suami yang baik karena sebagian besar pria akan mudah berubah menjadi baik jika dirinya pun selalu dihargai, disayangi, diperhatikan dan dicintai oleh istrinya sebagaimana mestinya.

Ada beberapa hal penting yang harus diketahui oleh sang istri jika ingin benar-benar dicintai oleh suaminya, yaitu istri harus benar-benar menghargai dan paham tehadap apa saja yang menjadi hak suami yang harus ia penuhi. Begitu juga sebaliknya suami harus benar-benar paham dan bertanggung jawab dalam memenuhi kewajibannya tehadap istrinya tersebut. Sang istri harus pandai menempatkan dirinya bagi suami yang dicintainya. Terkadang istri harus berperan sebagai kekasih bagi suami yang menjadi belahan jiwanya, sebagai partner kerja yang cekatan, terampil dan bisa diandalkan, sebagai sahabat untuk mendengarkan curahan isi hati serta keluhan suami jika sedang menghadapi masalah di luar sana, sebagai perawat manakala suami sedang dalam keadaan sakit, sebagai istri yang bijak dalam memperhatikan faktor makanan termasuk memperhatikan unsur-unsur makanan sehat dan halal bagi suami, sebagai manager yang baik dalam mengatur harta suami, dan yang paling penting adalah mampu menjadi partner yang baik dalam mendidik anak-anak mereka agar bisa menjadi generasi yang sholeh dan berkualitas baik.

Berikut hal-hal sederhana yang bisa dilakukan oleh istri agar bisa dicintai oleh suami:

  1. Jadilah istri yang bisa memotivasi suami untuk bisa menjadi sosok yang lebih baik dan tanamkan kepercayaan diri pada suami
  2. Jika suami hendak meninggalkan rumah, ciumlah tangan suami dan ciumlah pipinya. Ucapkan kata-kata yang bisa menyemangatinya, bukan hanya menyemangati untuk mencari keberkahan harta di dunia tapi juga menyemangati untuk berbuat amal sholeh.
  3. Jika melihat suami sedang dalam keadaan sedih, ada masalah di tempat kerja atau sedang membutuhkan bantuan kita, maka segeralah menghiburnya dan membantunya.
  4. Hargailah pemberiannya sekecil apa pun itu.
  5. Sering-seringlah minta maaf pada suami karena ini akan menumbuhkan rasa cinta pada suami.
  6. Sering-seringlah mengucapkan terima kasih apalagi jika diberi sesuatu.
  7. Tidak merendahkan, mencela kekurangan dan juga membicarakan aib suami pada orang lain.
  8. Hargailah pendapat suami jika memang berbeda dengan pandangan kita
  9. Berdandan untuk suami agar selalu terlihat cantik, rapi dan menarik
  10. Sering-seringlah bercanda dengan suami agar bisa menciptakan suasana riang dan ini dapat membantu menghilangkan beban berat suami diluar rumah.
  11. Melayani suami dengan baik (baik itu urusan dapur dan tempat tidur)
  12. Pandai-pandailah menempatkan diri dalam segala situasi contoh, terkadang suami membutuhkan istri sebagai teman untuk bertukar pikiran atau meminta masukan maka istri bisa menjadi partner yang baik atau terkadang suami ingin dirawat dan disayang ketika sedang sakit.
  13. Masih banyak lagi kebaikan-kebaikan kecil yang sederhana yang bisa lakukan oleh istri untuk membuat suami semakin cinta padanya.

Nah sahabat, semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi sumber inspirasi untuk merubah keadaan rumah tangga yang tadinya penuh dengan masalah, pertengkaran dan intrik, bisa segara dirubah menjadi keluarga yang sakinah penuh cinta dan sayang antara suami dan istri seperti yang telah dicontohkan oleh teladan kita yang mulia Rasulullah SAW.

Asma’ul Husna: The 99 Beautiful Names of Allah

AN EXPLANATION OF THE PERFECT NAMES AND ATTRIBUTES OF GOD

It is not possible to perfectly translate the 99 names of Allah from their original Arabic into English. However, here are some fairly close explanations.

“He is Allah (God), the Creator, the Originator, The Fashioner, to Him belong the most beautiful names: whatever is in the heavens and on earth, do declare His praises and Glory. And He is the Exalted in Might, The Wise. (Quran 59:24)

“The most beautiful names belong to Allah (God): so call on Him by them;…” (Quran 7:180)

^= letter ain of arabic ‘= letter hamza of Arabic

1. Allah

  • Allah, He who has the Godhood which is the power to create the entities.asmaulhusna (1)
  • 2. Ar-Rahmaan

  • The Compassionate, The Beneficent, The One who has plenty of mercy for the believers and the blasphemers in this world and especially for the believers in the hereafter.
  • 3. Ar-Raheem 

  • The Merciful, The One who has plenty of mercy for the believers.
  • 4. Al-Malik 

  • The King, The Sovereign Lord, The One with the complete Dominion, the One Whose Dominion is clear from imperfection.
  • 5. Al-Quddoos

  • The Holy, The One who is pure from any imperfection and clear from children and adversaries.
  • 6. As-Salaam 

  • The Source of Peace, The One who is free from every imperfection.
  • 7. Al-Mu’min

  • Guardian of Faith, The One who witnessed for Himself that no one is God but Him. And He witnessed for His believers that they are truthful in their belief that no one is God but Him.
  • 8. Al-Muhaimin 

  • The Protector, The One who witnesses the saying and deeds of His creatures.
  • 9. Al-^Azeez

  • The Mighty, The Strong, The Defeater who is not defeated.
  • 10. Al-Jabbaar

  • The Compeller, The One that nothing happens in His Dominion except that which He willed.
  • 11. Al-Mutakabbir 

  • The Majestic, The One who is clear from the attributes of the creatures and from resembling them.
  • 12. Al-Khaaliq 

  • The Creator, The One who brings everything from non-existence to existence.
  • 13. Al-Bari’

  • The Evolver, The Maker, The Creator who has the Power to turn the entities.
  • 14. Al-Musawwir

  • The Fashioner, The One who forms His creatures in different pictures.
  • 15. Al-Ghaffaar

  • The Great Forgiver, The Forgiver, The One who forgives the sins of His slaves time and time again.
  • 16. Al-Qahhaar

  • The Subduer, The Dominant, The One who has the perfect Power and is not unable over anything.
  • 17. Al-Wahhaab 

  • The Bestower, The One who is Generous in giving plenty without any return. He is everything that benefits whether Halal or Haram.
  • 18. Al-Razzaaq

  • The Sustainer, The Provider.
  • 19. Al-Fattaah

  • The Opener, The Reliever, The Judge, The One who opens for His slaves the closed worldly and religious matters.
  • 20. Al-^Aleem

  • The All-knowing, The Knowledgeable; The One nothing is absent from His knowledge.
  • 21. Al-Qaabid

  • The Constricter, The Retainer, The Withholder, The One who constricts the sustenance by His wisdom and expands and widens it with His Generosity and Mercy.
  • 22. Al-Baasit

  • The Expander, The Enlarger, The One who constricts the sustenance by His wisdom and expands and widens it with His Generosity and Mercy.
  • 23. Al-Khaafid

  • The Abaser, The One who lowers whoever He willed by His Destruction and raises whoever He willed by His Endowment.
  • 24. Ar-Raafi^ 

  • The Exalter, The Elevator, The One who lowers whoever He willed by His Destruction and raises whoever He willed by His Endowment.
  • 25. Al-Mu^iz

  • The Honorary, He gives esteem to whoever He willed, hence there is no one to degrade Him; And He degrades whoever He willed, hence there is no one to give Him esteem.
  • 26. Al-Muthil 

  • The Dishonorer, The Humiliator, He gives esteem to whoever He willed, hence there is no one to degrade Him; And He degrades whoever He willed, hence there is no one to give Him esteem.
  • 27. As-Samee^

  • The All-Hearing, The Hearer, The One who Hears all things that are heard by His Eternal Hearing without an ear, instrument or organ.
  • 28. Al-Baseer

  • The All-Seeing, The One who Sees all things that are seen by His Eternal Seeing without a pupil or any other instrument.
  • 29. Al-Hakam

  • The Judge, He is the Ruler and His judgment is His Word.
  • 30. Al-^Adl

  • The Just, The One who is entitled to do what He does.
  • 31. Al-Lateef

  • The Subtle One, The Gracious, The One who is kind to His slaves and endows upon them.
  • 32. Al-Khabeer

  • The Aware, The One who knows the truth of things.
  • 33. Al-Haleem

  • The Forebearing, The Clement, The One who delays the punishment for those who deserve it and then He might forgive them.
  • 34. Al-^Azeem

  • The Great One, The Mighty, The One deserving the attributes of Exaltment, Glory, Extolement, and Purity from all imperfection.
  • 35. Al-Ghafoor

  • The All-Forgiving, The Forgiving, The One who forgives a lot.
  • 36. Ash-Shakoor

  • The Grateful, The Appreciative, The One who gives a lot of reward for a little obedience.
  • 37. Al-^Aliyy

  • The Most High, The Sublime, The One who is clear from the attributes of the creatures.
  • 38. Al-Kabeer

  • The Most Great, The Great, The One who is greater than everything in status.
  • 39. Al-Hafeez 

  • The Preserver, The Protector, The One who protects whatever and whoever He willed to protect.
  • 40. Al-Muqeet

  • The Maintainer, The Guardian, The Feeder, The Sustainer, The One who has the Power.
  • 41. Al-Haseeb

  • The Reckoner, The One who gives the satisfaction.
  • 42. Aj-Jaleel

  • The Sublime One, The Beneficent, The One who is attributed with greatness of Power and Glory of status.
  • 43. Al-Kareem

  • The Generous One, The Bountiful, The Gracious, The One who is attributed with greatness of Power and Glory of status.
  • 44. Ar-Raqeeb

  • The Watcher, The Watchful, The One that nothing is absent from Him. Hence it’s meaning is related to the attribute of Knowledge.
  • 45. Al-Mujeeb

  • The Responsive, The Hearkener, The One who answers the one in need if he asks Him and rescues the yearner if he calls upon Him.
  • 46. Al-Wasi^

  • The Vast, The All-Embracing, The Knowledgeable.
  • 47. Al-Hakeem

  • The Wise, The Judge of Judges, The One who is correct in His doings.
  • 48. Al-Wadood

  • The Loving, The One who loves His believing slaves and His believing slaves love Him. His love to His slaves is His Will to be merciful to them and praise them: Hence it’s meaning is related to the attributes of the Will and Kalam (His attribute with which He orders and forbids and spoke to Muhammad and Musa -peace be upon them- . It is not a sound nor a language nor a letter.).
  • 49. Al-Majeed

  • The Most Glorious One, The Glorious, The One who is with perfect Power, High Status, Compassion, Generosity and Kindness.
  • 50. Al-Ba^ith

  • The Resurrecter, The Raiser (from death), The One who resurrects His slaves after death for reward and/or punishment.
  • 51. Ash-Shaheed

  • The Witness, The One who nothing is absent from Him.
  • 52. Al-Haqq

  • The Truth, The True, The One who truly exists.
  • 53. Al-Wakeel

  • The Trustee, The One who gives the satisfaction and is relied upon.
  • 54. Al-Qawiyy 

  • The Most Strong, The Strong, The One with the complete Power.
  • 55. Al-Mateen

  • The Firm One, The One with extreme Power which is un-interrupted and He does not get tired.
  • 56. Al-Waliyy

  • The Protecting Friend, The Supporter.
  • 57. Al-Hameed

  • The Praiseworthy, The praised One who deserves to be praised.
  • 58. Al-Muhsee

  • The Counter, The Reckoner, The One who the count of things are known to him.
  • 59. Al-Mubdi’

  • The Originator, The One who started the human being. That is, He created him.
  • 60. Al-Mu^eed

  • The Reproducer, The One who brings back the creatures after death.
  • 61. Al-Muhyi 

  • The Restorer, The Giver of Life, The One who took out a living human from semen that does not have a soul. He gives life by giving the souls back to the worn out bodies on the resurrection day and He makes the hearts alive by the light of knowledge.
  • 62. Al-Mumeet

  • The Creator of Death, The Destroyer, The One who renders the living dead.
  • 63. Al-Hayy 

  • The Alive, The One attributed with a life that is unlike our life and is not that of a combination of soul, flesh or blood.
  • 64. Al-Qayyoom

  • The Self-Subsisting, The One who remains and does not end.
  • 65. Al-Waajid

  • The Perceiver, The Finder, The Rich who is never poor. Al-Wajd is Richness.
  • 66. Al-Waahid

  • The Unique, The One, The One without a partner.
  • 67. Al-Ahad

  • The One.
  • 68. As-Samad 

  • The Eternal, The Independent, The Master who is relied upon in matters and reverted to in ones needs.
  • 69. Al-Qaadir

  • The Able, The Capable, The One attributed with Power.
  • 70. Al-Muqtadir

  • The Powerful, The Dominant, The One with the perfect Power that nothing is withheld from Him.
  • 71. Al-Muqaddim 

  • The Expediter, The Promoter, The One who puts things in their right places. He makes ahead what He wills and delays what He wills.
  • 72. Al-Mu’akh-khir 

  • The Delayer, the Retarder, The One who puts things in their right places. He makes ahead what He wills and delays what He wills.
  • 73. Al-‘Awwal

  • The First, The One whose Existence is without a beginning.
  • 74. Al-‘Akhir

  • The Last, The One whose Existence is without an end.
  • 75. Az-Zaahir

  • The Manifest, The One that nothing is above Him and nothing is underneath Him, hence He exists without a place. He, The Exalted, His Existence is obvious by proofs and He is clear from the delusions of attributes of bodies.
  • 76. Al-Baatin 

  • The Hidden, The One that nothing is above Him and nothing is underneath Him, hence He exists without a place. He, The Exalted, His Existence is obvious by proofs and He is clear from the delusions of attributes of bodies.
  • 77. Al-Walee 

  • The Governor, The One who owns things and manages them.
  • 78. Al-Muta^ali

  • The Most Exalted, The High Exalted, The One who is clear from the attributes of the creation.
  • 79. Al-Barr

  • The Source of All Goodness, The Righteous, The One who is kind to His creatures, who covered them with His sustenance and specified whoever He willed among them by His support, protection, and special mercy.
  • 80. At-Tawwaab

  • The Acceptor of Repentance, The Relenting, The One who grants repentance to whoever He willed among His creatures and accepts his repentance.
  • 81. Al-Muntaqim

  • The Avenger, The One who victoriously prevails over His enemies and punishes them for their sins. It may mean the One who destroys them.
  • 82. Al-^Afuww

  • The Pardoner, The Forgiver, The One with wide forgiveness.
  • 83. Ar-Ra’uf

  • The Compassionate, The One with extreme Mercy. The Mercy of Allah is His will to endow upon whoever He willed among His creatures.
  • 84. Malik Al-Mulk

  • The Eternal Owner of Sovereignty, The One who controls the Dominion and gives dominion to whoever He willed.
  • 85. Thul-Jalali wal-Ikram 

  • The Lord of Majesty and Bounty, The One who deserves to be Exalted and not denied.
  • 86. Al-Muqsit 

  • The Equitable, The One who is Just in His judgment.
  • 87. Aj-Jaami^

  • The Gatherer, The One who gathers the creatures on a day that there is no doubt about, that is the Day of Judgment.
  • 88. Al-Ghaniyy 

  • The Self-Sufficient, The One who does not need the creation.
  • 89. Al-Mughni

  • The Enricher, The One who satisfies the necessities of the creatures.
  • 90. Al-Maani^

  • The Preventer, The Withholder.
  • 91. Ad-Daarr

  • The Distresser, The One who makes harm reach to whoever He willed and benefit to whoever He willed.
  • 92. An-Nafi^ 

  • The Propitious, The One who makes harm reach to whoever He willed and benefit to whoever He willed.
  • 93. An-Noor

  • The Light, The One who guides.
  • 94. Al-Haadi

  • The Guide, The One whom with His Guidance His believers were guided, and with His Guidance the living beings have been guided to what is beneficial for them and protected from what is harmful to them.
  • 95. Al-Badi^

  • The Incomparable, The One who created the creation and formed it without any preceding example.
  • 96. Al-Baaqi

  • The Everlasting, The One that the state of non-existence is impossible for Him.
  • 97. Al-Waarith 

  • The Supreme Inheritor, The Heir, The One whose Existence remains.
  • 98. Ar-Rasheed

  • The Guide to the Right Path, The One who guides.
  • 99. As-Saboor

  • The Patient, The One who does not quickly punish the sinners. “…There is nothing whatever like unto Him, and He is the One that hears and sees (all things). Qur’an [42:11]
  • Source : http://www.2muslims.com

    BELAJAR DARI SEBUAH POHON

    a tree

    Pohon banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia

    Sahabat, pernahkah kita memperhatikan ciptaan Allah ‘Azza Wa Jalla yaitu ‘Sebuah Pohon’? Bagaimanakah gambaran kita tentang sebuah pohon yang besar? Bagaimanakah pohon itu bisa tumbuh dari sebutir biji yang kecil kemudian berubah menjadi tunas yang kecil dan lama kelamaan akan mengeluarkan daun dan akar? Setelah akarnya muncul dan kemudian ia ditanam di dalam tanah, maka mulailah si akar kecil ini terus bekerja dengan ikhlas tanpa pernah memikirkan posisi dirinya yang berada di bahagian yang paling bawah dari tanaman itu sendiri. Subhanallah….Maha Suci Allah yang begitu adil terhadap apa-apa yang telah diciptakan-Nya. Sekalipun akar pohon berada pada bagian paling bawah, akan tetapi ternyata pohon yang kecil tidak akan pernah berubah menjadi pohon yang sangat besar jika saja sang akar tidak dapat menghidupinya, menembus tanah yang begitu keras, melewati bebatuan dan mencari zat-zat yang bermanfaat yang bisa menjadi sumber makanan baginya, zat-zat makanan dan sumber-sumber air yang begitu jauh berada di bawah tanah. Ketika zat-zat makanan telah ditemukan, maka sang akar akan membagikannya kepada batang, kemudian ke bagian daun, sehingga makin lama makin bertambah jumlah daun serta cabang-cabangnya. Setelah bertambah besar ukuran pohon tersebut dan makin banyak jumlah cabangnya, maka mulailah ia menghasilkan buah yang bisa menjadi sumber makanan bagi makhluk lain. Mulailah ia menjadi penghasil oksigen bagi kehidupan manusia dan juga menjadi sebab kehidupan manusia terlindung dari berbagai macam bahaya seperti banjir, dikarenakan kemampuan pohon tersebut untuk menyerap kelebihan air di atas permukaan tanah. Bukan itu saja, ada banyak makhluk yang sangat bergantung pada keberadaan sang pohon karena sang pohon bisa menjadi tempat tinggal dan tempat berteduh yang nyaman.

    Subhanallah, ada begitu banyak manfaat yang dapat kita ambil dari sebuah pohon, maka mengapa kita tidak dapat mengambil pelajaran darinya? Lalu bagaimanakah sikap kita sebagai manusia di muka bumi? Dan bagaimanakah sikap kita sebagai seorang muslim? Sudah berapa banyak manfaatkah yang telah kita berikan kepada orang-orang di sekitar kita? Sudah berapa banyakkah kebaikan-kebaikan yang telah kita kerjakan sehingga itu bisa menyelamatkan diri kita dan juga orang lain dari marabahaya?

    Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta. Pohon merupakan sesuatu yang dapat memberikan pelajaran dan hikmah. Dalam Al-Qur’an, surah Ibrahim ayat 24-25, Allah ‘Azza Wa Jalla telah berfirman :

    “Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpaan kalimat yang baik (yaitu kalimat tauhid yang menyerukan kepada kebaikan serta mencegah kemungkaran), seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit”

    “Pohon itu menghasilkan buah pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat”.

    Sahabat, mari mengambil pelajaran yang berharga dari sebuah pohon. Semakin bertambah usianya, maka semakin banyak pula manfaat yang dapat diberikannya untuk kehidupan ini. Jadilah manusia perduli dan dapat memberikan banyak kebaikan pada makhluk lain. Semoga bermanfaat!!

    Wahai Ayah….Bermainlah Bersama Anakmu

    SEORANG ayah memang memiliki tanggung jawab nafkah bagi keluarga, sehingga wajar jika umumnya para ayah sangat sedikit memiliki waktu di rumah. Apalagi yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan lainnya. Tentu selain sedikit, mungkin kondisi fisik kala di rumah sudah sangat lelah.

    Namun demikian, seorang ayah tidak boleh terbawa keadaan. Ada satu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan yang dipesankan Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wasallam, terutama ketika anak-anak masih balita. Yakni bermain bersama anak-anak.

    Sekalipun terkesan sederhana, jika tidak disadari dengan baik, seorang ayah akan sangat kecil kemungkinan mengagendakan waktunya bermain bersama anak-anak. Padahal, bermain bersama anak-anak, terutama kala balita sangat baik untuk menguatkan hubungan bathin antara ayah dan anak.

    Tauladan Rasulullah

    Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam sendiri di tengah kesibukannya memimpin umat masih menyempatkan waktu untuk bermain bersama anak-anak.

    Suatu riwayat menyebutkanRasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas Radhiyallahu anhu, untuk berbaris lalu berkata, “Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).”

    Anak-anak itu pun bergegas berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuan Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam, lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.

    Dengan demikian para ayah jangan sampai tidak mengagendakan waktunya untuk bermain bersama putra-putrinya. Tidak mesti ke taman bermain sebagaimana umumnya orang melakukannya. Cukup di rumah saja; dengan bermain kuda-kudaan, kejar-kejaran atau pun sekedar berjalan-jalan di sekitar rumah sambil mengenalkan anak pada lingkungan sekitar.

    Mengubah Emosi

    Selain itu, bermain bersama anak bisa mengubah emosi anak. Misalnya, seorang anak marah karena mainannya dipinjam oleh adik atau kakaknya. Kemudian dia menjadi rewel dan mencari perhatian. Dalam kondisi itu bermain bisa membuat emosi anak berubah seketika.

    Ajak saja anak untuk berlari-lari, atau bersama anak masuk dalam selimut untuk menutup badan bersama. Atau dengan bermain apa yang disukai sang anak, insya Allah anak akan segera terpancing untuk ikut bermain dan merelakan apa yang sebelumnya membuatnya tidak nyaman.

    Tidak Monoton

    Seorang ayah yang memiliki kebiasaan bermain dengan anak-anaknya akan memiliki kemampuan komunikasi yang luwes, sesuai dengan tabiat anak-anak. Tidak kaku sebagaimana orang dewasa. Hal ini tentu akan sangat menyenangkan hati anak-anak.

    Seperti yang Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam lakukan ketika memanggil Anas bin Malik Radhiyallahu anhu. “Nabi Shallallahu Alayhi Wasallam memanggilku : ‘Wahai pemilik dua telinga’ (HR Ahmad dalam al-Musnad 3/127, Abu Dawud dalam sunannya no. 4994, at-Tirmidzi dalam sunannya no. 2059).

    Di sini tentu sangat menarik apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam. Bagaimana cara beliau bermin-main dengan bercanda dengan memanggil Anas dengan sebutan ‘pemilik dua telinga.’

    Tentu panggilan semacam itu sangat aneh dan mengundang kelucuan, sebab bagaimana mungkin Anas tidak memiliki dua telinga.

    Namun, kala dewasa ternyata dari candaan ringan itu Anas Radhiyallahu Anhu benar-benar mampu menggunakan telinganya sebagai alat penerima pesan penting dari apa yang Rasulullah ucapkan. Jadi, tidak heran jika Anas menjadi sahabat yang termasuk banyak meriwayatkan hadits.

    Jika para ayah mau meluangkan waktu bermain bersama anak-anaknya, insya Allah anak-anak tidak akan merasa ‘gerah’ apalagi sampai tidak betah berada di rumah. Ia akan senang dan nyaman di rumah bersama ayah yang suka mengajaknya bermain.

    Dan, dalam kondisi seperti itu, insya Allah anak lebih siap mendengar nasehat dan lebih bisa merasuk dalam qalbunya. Seperti yang Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam teladankan kepada Anas Radhiyallahu Anhu. Jika demikian, kenapa tidak kita lakukan? Wallahu A’lam.*

    Source : Hidayatullah.com

    MARI KENALI POTENSI DIRI KITA

    Setiap manusia terlahir dengan memiliki bakat dan potensi yang unik. Tapi ternyata tidak semua dari kita mampu mengenali potensi itu. Nah sahabat, mari kita kenali dan memanfaatkan potensi yang ada pada diri kita, yaitu dengan mencoba sebenarnya apa sih yang kita sukai atau yang kita minati. Dan jangan anda takut untuk mencoba. Orang yang tidak pernah mencoba maka ia tidak akan memiliki pengalaman. Dan belajar dari berbagai pengalaman yang diperoleh, akan mengetahui suatu bakat atau potensi yang terpendam pada seseorang.

    Kita perlu memahami lebih dahulu potensi yang tersimpan dalam diri. Dari sanalah seseorang menentukan arah dan mengawali tindakan untuk mewujudkan tujuan hidup. Keberhasilan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan dipengaruhi oleh kesanggupan atau kekuatan untuk melakukan suatu pekerjaan. Sebenarnya semua hal tergantung kemauan pada diri sendiri. Begitu juga dengan potensi. Potensi berkembang baik pada orang yag mengetahui kemampuanya dan berkeinginan kuat untuk mengembangkannya. Sebaliknya, potensi akan terkubur jika pemiliknya berdiam diri dan tidak perduli dengan bakat yang dimilikinya. Sebenarnya di dunia ini tidak ada orang yang bodoh, tidak mampu, tidak berbakat, dan tidak berpotensi. Setiap orang merupakan emas yang mempunyai potensi besar yang terpendam pada diri sendiri. Hanya saja, banyak orang belum menyadari potensi tersebut.

    Potensi pada dasarnya  bisa berkembang maksimal melebihi perkiraan kita. Semua tegantung pada cara kita memandang potensi diri dan motivasi untuk mengembangkannya. Menurut Howard Gardner, ada 9 macam kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yaitu :

    • Kecerdasan verbal
    • Kecerdasan matematis
    • Kecerdasan musikal
    • Kecerdasan kinestetis (tubuh)
    • Kecerdasan emosional
    • Kecerdasan spasial
    • Kecerdasan intrapersonal
    • Kecerdasan naturalis
    • Kecerdasan linguistik

    Setiap orang paling tidak dibekali salah satu atau bahkan lebih dari kecerdasan tersebut secara menonjol. Dari kecerdasan tersebut maka munculah sebuah potensi diri. Cara mengenali potensi diri : Sebenarnya banyak potensi yang terpendam dalam diri kita sahingga perlu digali lagi. Setiap orang ingin mencapai kesuksesan, tetapi hanya sedikit yang tahu caranya. Salah satu kuncinya adalah kekuatan pribadi. Potensi adalah kemampuan terpendam yang seseorang miliki sehingga orang tersebut harus berusaha menggalinya dengan cara :

    • Mengenal diri sendiri
    • Kenali motivasi hidup
    • Jangan mengadili diri sediri
    • Selalu mencoba

    Memang tidak mudah untuk mengenali bakat yang kita miliki. Sebagian orang menyadari potensi dan bakat uniknya setelah berusia lanjut, atau telah mengalami berbagai krisis dalam kehidupan mereka. Pentingnya mengenal bakat dan potensi unik tercermin dari opini dari para pakar bahwa rata – rata seorang dewasa haya akan menggunakan 10% potensi kecerdasannya. Rata – rata orang dewasa menggunakan dengan sungguh – sungguh 1/10000 dari potensi kecerdasannya selama hidup.

    Jika kita hendak memanfaatkan sepenuhnya dari tujuan hidup, maka ada 3 komitmen yang perlu kita penuhi :

    • Saya akan mencari jati diri yang lebih tinggi
    • Saya akan mencari bakat – bakat unik saya
    • Saya akan bertanya pada diri sendiri tentang cara terbaik untuk berbakti demi umat manusia

    Cara lain untuk mengenali potensi dan bakat unik kita adalah dengan memperhatikan kegiatan yang kita pilih untuk mengisi waktu luang. Umumnya kita melakukan hal – hal yang kita senangi. Apapun pilihannya kegiatan tersebut didasari oleh kesenangan yang mendalam. Hal ini berkaitan dengan potensi unik yang tersembunyi pada diri kita.

    Dengan mengenali potensi tersebut, sebenarnya sangatlah menunjang kesuksesan hidup seseorang. Dalam hal ini perlu dilakukan analisis potensi diri sejak dini untuk mencari tahu lebih dalam tentang segala sesuatu yang ada pada diri sendiri, sehingga kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan masing – masing. Dengan menganalisis potensi diri, kita akan memiliki cara pandang dan melakukan tindakan untuk memperbaiki kekurangan tersebut, dan memanfaatkan kelebihan yang ada.

    Berikut ini adalah sejumlah cara untuk menemuka hasrat dalam diri yang dapat mendorong munculnya suatu potensi diri :

    1. Melatih peduli diri yang ekstrem

    2. Dengarkan isyarat tubuh

    3. Jelajahi hasrat anda (dengarkan kata hati)

    4. Biarkan diri anda bermimpi

    5. Lihat impian yang menghantui anda

    6. Perluas visi anda

    7. Temukan sisi jenius anda

    8. Bersihkan kepercayaan yang tersumbat (yakinlah pada diri sendiri)

    9. Rayakanlah kesuksesan anda

    Orang – orang yang gagal adalah orang yang tidak mau memaksimalkan potensinya, sebaliknya orang yang sukses adalah orang yag mampu memaksimalkan potensi dirinya. Orang sukses bukan berarti tidak pernah mengalami kekalahan, kegagalan, hambatan, dan masalah. Namun, bedanya dari orang – orang biasa, mereka tidak mau menyerah pada kekalahan, kegagalan, hambatan, dan masalah terebut. Anda harus menjadi orang kreatif. Kreatifitas dapat diartikan sebagai kemampuan menempatkan objek – objek yang ada dan mengubahnya menjadi bentuk yang baru untuk suatu tujuan yang baru. Kreatifitas meliputi 3 hal yaitu : Kreatifitas merupakan kemampuan ( ability ) Kreatifitas merupakan sikap ( attitude ) Kreatifitas merupakan sebuah proses.

    Sikap kreatif memerlukan cara berfikir kreatif. Dengan cara itu maka seseorang mampu melihat persoalan dari berbagai perspektif.unsur kreatif diperlukan dalam proses berfikir untuk menyelesaikan masalah. Semakin kreatif, semakin banyak alternatif solusinya. Kreatifitas memang tidak dapat dipaksakan, tapi harus dimungkinkan untuk tumbuh. Kreatifitas adalah suatu proses upaya manusia untuk membagun dirinya dalam berbagai aspek kehidupannya.

    Tujuan pembangunan diri adalah untuk menikmati kualitas kehidupan yang semakin baik yang dicerminkan melalui kelancaran, kelenturan, orginalitas dalam berfikir. Kreatifitas dapat merubah hal yang biasa menjadi luar biasa. Kreatifitas bukanlah monopoli hak orang jenius saja, kreatifitas ditumbuhkembangkan pada setiap orang melalui proses yamg sifatnya bertahap. Sikap kreatif harus didukung oleh “Kecerdasan Emosional”.

    Secara mental, orang kreatif memilki  hal-hal berikut :

    1. Hasrat mengubah hal – hal disekelilingnya

    2. Memiliki kepekaan serta bersikap terbuka dan tanggap terhadap sesuatu

    3. Minat untuk menggali lebih rasa ingin tahu

    4. Mendalam dalam berfikir

    5. Mampu berkonsentrasi

    6. Mampu menekuni suatu permasalahan

    7. Selalu mencoba dan melaksanakan

    8. Optimisme

    9. Mampu bekerja sama

    Kreatifitas berarti berani untuk mengambil risiko, karena mencoa hal – hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Selama otak masih berfungsi, kreatifitas masih mengalir dalam diri seseorang, dalam hal ini ada banyak hambatan untuk menjadi kreatif yaitu : Rasa takut, Rasa puas, Rutinitas tinggi, Kemalasan mental dan Terpaku pada masalah.

    Ciri – ciri orang kreatif adalah : Pribadi kreatif mempunyai kekuatan energi fisik Pribadi kreatif cerdas dan cerdik Pribadi kreatif dapat berselang – seling antara imajinasi dan fantasi Pribadi kreatif cenderung menunjukkan introversi dan ekstroversi Pribadi kreatif cenderung menunjukkan androgini psikologis Cara mengembangkan kreatifitas Seseorang yang mempunyai kreatifitas tinggi akan menghasilkan pemikiran yang luar biasa, aneh, terkadang dianggap tidak rasional. Orang kreatif mampu melakukan loncatan pemikiran yang menimbulkan pemecahan masalah. Cara berfikir kreatif ditandai dengan bertemunya kecerdasan intelektual dengan kecerdasan emosional.

    Ada 3 faktor yang dapat menunjang berfikir kreatif: Kemampuan kognitif, Sikap terbuka, Sikap bebas, otonom, dan percaya diri. Setiap orang memiliki kreatifitas dalam dirinya. Kreatifitas akan datang jika kesempatan muncul didepan mata. Ada banyak cara agar kesempatan itu muncul diantaranya :

    1. Amatilah sesuatu yang dikenal
    2. Jangan menunda pekerjaan sampai dengan batas waktunya
    3. Pejamkan mata dan biarkan pikiran mengembara
    4. Jangan berkata “tetapi”, katakanlah “dan”
    5. Ambillah sudut pandang orang lain
    6. Melakukan pencurah gagasan
    7. Menumbuhkan imajinasi
    8. Belajar mandiri
    9. Mari belajar memotivasi diri yaitu dengan :
    10. Ubahlah kebiasaan dan citra diri anda
    11. Lakukanlah tindakan
    12. Terimalah perubahan dan tantangan suatu masalah
    13. Terapkan ide –ide pada setiap sudut kehidupan
    14. Milikilah rasa ingin tahu dan jadilah pengamat
    15. Kembangkan daya berfikir reflektif dan kemampuan – kemampuan anda
    16. Bersikaplah berani mengambil risiko
    17. Berkolaborasilah

    Nah….Sahabat, kreatifitas bisa terjadi karena kita mencoba sesuatu dengan sengaja. Dari sengaja ita mampu mengerjakannya dan menjadi terbiasa. Jadi kreativitas muncul karena kita terbiasa untuk berkreasi. Tunggu apa lagi, mari kita mulai sekarang!!

    SEORANG LAKI-LAKI YANG DIRINDUKAN SURGA

    Suatu ketika di jaman Rasulullah SAW ada seorang laki-laki yang baik dan sederhana. Ia selalu berusaha untuk menjalankan dan mematuhi perintah Rasulullah SAW. Laki-laki ini melihat begitu banyak kemuliaan sifat pada diri Rasulullah sehingga ia pun tergerak hatinya untuk mencontoh kemuliaan akhlak yang diajarkan oleh Nabi SAW.

    man in nthe dessert

    Betapa tidak, sifat-sifat kemuliaan akhlak seperti pemaaf, rendah hati, pemurah dan menyayangi semua makhluk membuat Nabi SAW menjadi seorang pemimpin sekaligus pendidik bagi para sahabatnya sehingga Nabi SAW sangat dikagumi dan ditaati.

    Ketika itu, Nabi SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya untukmelaksanakan sholat berjamaah di masjid. Namun secara tiba-tiba Rasulullah SAW berkata kepada para sahabatnya, “Sebentar lagi seorang laki-laki calon penghuni surga akan melewati kalian”. Kemudian para sahabat pun dibuat penasaran. Siapa gerangan laki-laki yang dimaksudkan oleh Rasulullah itu. Setiap dari mereka menengok ke kanan dan ke kiri mencari tahu adakah seorang diantara mereka yang akan lewat. Dan tak lama kemudian, lewatlah seorang laki-laki dengan pakaian yang sederhana dengan membawa terompahnya. Ternyata laki-laki ini pun hadir di masjid untuk sholat berjamaah sebagaimana para sahabat melakukannya dan dirinya tidak mengetahui pembicaraan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Semua sahabat bergumam dalam hati, “Oh, betapa beruntungnya orang ini, sampai-sampai Rasulullah SAW pun mengucapkan suatu penghargaan baginya”.

    Di hari berikutnya, di saat yang sama pun tiba-tiba Nabi SAW berkata kepada para sahabatnya, “Sebentar lagi seorang laki-laki calon penghuni surga akan melewati kalian”. Dan tak lama kemudian lewatlah laki-laki yang sama seperti hari sebelumnya. Para sahabat semakin dibuat penasaran apa gerangan kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki ini.

    Kemudian hari ketiga berikutnya disaat yang sama seperti sebelumnya, Nabi SAW berkata kepada para sahabatnya, “Sebentar lagi seorang laki-laki calon penghuni surga akan melewati kalian”. Wah kali ini para sahabat semakin penasaran dan mencari tahu siapa sebenarnya laki-laki yang dimaksudkan oleh Nabi SAW.

    Seorang sahabat Nabi SAW bernama Abdullah bin Amr selalu memperhatikan orang yang dimaksudkan oleh Baginda Nabi SAW sejak hari pertama hingga hari ketiga. Ah, rasa keingintahuannya pun tak tertahankan. Akhirnya Abdullah bin Amr pun beranjak dan menghampiri laki-laki tersebut. “Wahai saudaraku, maafkan aku…..saat ini aku sedang menghadapi masalah. Aku sedang bertengkar dengan ayahku dan aku tidak akan berbicara padanya selama tiga hari lamanya. Bolehkah aku menumpang untuk tidur dirumahmu selama tiga malam?” tanya Abdullah kepada laki-laki itu. Laki-laki yang baik itu pun menjawab, “Silahkan saudaraku….aku akan membantumu. Kamu boleh menginap di rumahku selama tiga malam”.

    Sebenarnya tujuan utama Abdullah ini adalah hanya untuk mencari tahu apa saja sih yang sering dikerjakan oleh laki-laki itu sehingga ia dijanjikan syurga? Kemudian mereka berdua pun pulang ke Abdullah untuk beristirahat. “Silahkan saudaraku, beristirahatlah dulu….aku tidak akan mengganggumu”, kata laki-laki itu kepada Abdullah bin Amr. “Terima kasih saudaraku atas kebaikanmu, kamu boleh meninggalkan aku”, jawab Abdullah dengan tenang. Kemudian laki-laki itu pun meninggalkan Abdullah dan sibuk mengerjakan perkerjaan yang sering dilakukannya setiap hari.

    Mulailah Abdullah memperhatikan apa saja yang dikerjakan oleh laki-laki itu tanpa merasa lelah. Dari sebelum tidur hingga fajar tiba, Abdullah masih menunggu dan menunggu. Abdullah pun tahu laki-laki itu sedang tertidur pulas. Abdullah pun mulai mengerjakan sholat malam yang sudah menjadi kebiasaannya. Abdullah pun memperhatikan adakah pekerjaan yang dilakukan laki-laki itu? Oh, ternyata Abdullah pun sadar, rupanya laki-laki itu masih tertidur pulas. Saat fajar pun datang, laki-laki itu bangun untuk melaksanakan sholat subuh. Laki-laki itu berangkat ke masjid seperti biasanya. Abdullah hanya mengikutinya dari belakang. Hari pertama pun telah berlalu, kemudian hari kedua dan hari ketiga. Namun sayang sekali, bagi Abdullah apa yang dikerjakan oleh laki-laki itu tak ada yang istimewa. Menurutnya, semua kegiatan yang dilakukannya sama saja dengan apa yang Abdullah juga sering kerjakan. Sholat berjamaah di masjid, mengerjakan sholat tepat waktu, mengurus keluarga, bekerja untuk menghidupi keluarga, “Aaah, apa lagi ya yang tidak aku kerjakan seperti laki-laki itu?”, Abdullah bergumam di dalam hati. “Hmm, kelihatannya sih biasa-biasa saja. Ibadahnya pun tak jauh lebih baik dari yang sering aku kerjakan”, demikian penasarannya Abdullah.

    Akhirnya di hari ketiga itu pun, Abdullah mendekati laki-laki itu seraya berkata kepadanya, “Wahai saudaraku terima kasih atas kebaikanmu tapi ada satu pertanyaan yang masih mengganjal di hatiku”, ucap Abdullah. Laki-laki itu pun bertanya, “Adakah sesuatu yang engkau ingin tanyakan kepadaku?”. Abdullah pun menjawab, “Betul saudaraku, tapi maafkan aku sebelumnya, sebenarnya tujuanku mengikuti dan memperhatikanmu adalah aku hanya ingin mengetahui apa kelebihan yang Allah berikan kepadamu sampai-sampai Rasulullah SAW berkata bahwa engkau ini adalah calon penghuni syurga”.

    Mendengar ucapan Abdullah pun laki-laki itu berkata, “Sebenarnya apa yang aku kerjakan setiap hari adalah biasa-biasa saja, aku beribadah selayaknya yang engkau pun lakukan. “Engkau memang benar saudaraku, tapi pastilah ada sesuatu yang membuatmu menjadi istimewa di hadapan Allah”, ucap Abdullah. “Adakah yang engkau ingat dari amalan yang sering engkau lakukan setiap hari?”, tanya Abdullah lagi. Kemudian laki-laki itu mengingat-ingat kira-kira amalan apa yang selalu menjadi kebiasaannya. “Ooh…..saya baru ingat, ada amalan yang sering saya lakukan setiap malam menjelang tidurnya dan amalan ini saya lakukan dengan ikhlas untuk mencari ridho Allah dan saya tidak pernah tahu apakah ini yang membuatku masuk syurga tapi saya benar-benar mengerjakannya dengan sepenuh hati”, ujar laki-laki itu pada Abdullah. “Oh ya, boleh saya tahu?” tanya Abdullah lagi. “Setiap malam sebelum saya tertidur, saya selalu berdoa pada Allah. Saya selalu memohonkan ampun bagi orang lain, saya memaafkan semua orang yang telah menyakiti saya. Saya juga memohon pada Allah agar hati ini dibersihkan dari segala sifat iri, dengki, hasad, riya, dan penyakit hati lainnya”, jelas laki-laki itu pada Abdullah.

    “Subhanallah….rupanya amalan sederhana inilah yang membuatmu menjadi istimewa di hadapan Allah, wahai saudaraku”, kata Abdullah sambil menitikkan air mata. Laki-laki itu hanya diam saja, ia tahu bahwa semua sahabat hasil didikan Rasulullah SAW adalah orang-orang yang sholeh dan memiliki semangat yang luar biasa untuk mencari ridho Allah dan mencari amalan-amalan yang dapat memasukkan diri ke dalam syurga-Nya. “Terima kasih saudaraku, semoga ini menjadi pelajaran berharga bagiku,…..Assalamu Alaikum”, ucap Abdullah. “Wa alaikum salam warahmatullah…”, jawab laki-laki itu sambil berlalu dan meninggalkan Abdullah bin Amr.

    JOKES STORY

    JOKES STORY

    A HERO

    A man is taking a walk in Central park in New York. Suddenly he sees a little girl being attacked by a pit bull dog . He runs over and starts fighting with the dog. He succeeds in killing the dog and saving the girl’s life. Here is the conversation between a policeman who was watching the scene walks over and the man;

    Policeman :          “You are a hero, tomorrow you can read it in all the newspapers: “Brave New Yorker saves the life of little girl”.

    The man says:     “But I am not a New Yorker!”.

    Policeman :          “Oh ,then it will say in newspapers in the morning: ‘Brave American saves life of little girl'”.

    The man :             “But I am not an American!”.

    Policeman :          “Oh, what are you then? ”

    The man :             “I am a Saudi !”.

    Policeman :          “The next day the newspapers says: “Islamic extremist kills innocent American dog.