Seburuk-Buruknya Kesalahan Adalah….

Sahabatku, manusia ketika dilahirkan adalah dalam keadaan fitrah yaitu masih dalam keadaan bersih dan suci dari dosa sebagaimana yang sering diajarkan dalam agama kita Islam. Kemudian manusia mengalami beberapa tahap perkembangan termasuk mengenal dan belajar tentang segala sesuatu. Dan itu sangat erat kaitannya dengan peran kedua orang tua dan lingkungan dalam mendidiknya. Jika kedua orang tuanya mengajarkan sesuatu sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka niscaya manusia yang dididik itu pun akan menjadi manusia yang baik. Begitu pula sebaliknya, apabila kedua orang tuanya mendidiknya dengan cara yang salah, maka akan menjadikan manusia itu berperilaku buruk dan hanya akan selalu menimbulkan masalah dalam hubungannya dengan manusia lainnya begitu juga kepada Allah Sang Pencipta.turn to Allah

Namun manusia tetaplah manusia, yang memang Allah SWT sengaja mengujinya dengan berbagai aturan dan larangan agar manusia itu bisa lebih mengenal dan membedakan manakah yang baik dan mana yang buruk. Tujuan tentu saja agar manusia bisa tunduk dan patuh pada perintah-Nya dan hanya beribadah kepada-Nya.

Setiap orang disengaja atau tidak, pernah melakukan kesalahan baik itu kesalahan yang sifatnya ringan maupun kesalahan berat. Mungkin seseorang pernah melakukan kesalahan seperti menyakiti orang lain dengan ucapan dan perbuatannya, mengambil hak orang lain, menyakiti makhluk lain seperti hewan dan sebagainya, bahkan tak jarang seorang dapat menyakiti dirinya sendiri seperti mengkonsumsi sesuatu yang berbahaya bagi tubuhnya sendiri, dan masih banyak lagi contoh kesalahan yang dilakukan oleh manusia. Akan tetapi Allah Maha Rahman dan Maha Rahim adalah satu-satunya Penerima Taubat bagi manusia untuk bisa kembali memperbaiki kesalahan yang telah terjadi sepanjang manusia itu masih mau memperbaiki keadaan dirinya dan orang lain yang telah menjadi dampak perbuatan buruknya itu.

Oleh karena itu Allah SWT telah memberikan petunjuk-Nya melalui Al Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya agar manusia bisa mengambil pelajaran seperti apa seharusnya manusia itu bertindak agar tidak terjatuh dalam kesalahan sama yang telah dilakukannya. Manusia ada yang diberikan hidayah oleh Allah sekalipun ia sebelumnya termasuk orang yang banyak melakukan dosa dan kesalahan, kemudian ada juga manusia yang tidak dapat menerima hidayah karena memang keadaan dirinya yang tak mau berubah. Selama manusia itu masih hidup, maka Allah SWT masih memberikan kesempatan padanya untuk memperbaiki kesalahan yang telah ia lakukan agar ia bisa menjadi manusia yang berakhlak baik dan dicintai oleh Allah yang telah menciptakannya.

Sahabatku, tahukah kalian apakah kesalahan terburuk yang pernah dilakukan oleh seseorang? Yaitu orang yang hingga akhir hayatnya sama sekali tidak pernah mengenal siapa penciptanya. Ia tak pernah mengenal Allah SWT yang mungkin telah berkali-kali telah memberikan tanda-tanda tentang keberadaan-Nya. Tetapi orang itu tak dapat menggunakan akal dan hati nuraninya untuk mencari kebenaran. Ia terhalang dari hidayah hingga suatu saat ia dibangkitkan dalam keadaan tidak memiliki seorang penolong pun yaitu Robb yang telah memberinya kesempatan hidup di dunia.

Advertisements

BELAJAR DARI SEBUAH POHON

a tree

Pohon banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia

Sahabat, pernahkah kita memperhatikan ciptaan Allah ‘Azza Wa Jalla yaitu ‘Sebuah Pohon’? Bagaimanakah gambaran kita tentang sebuah pohon yang besar? Bagaimanakah pohon itu bisa tumbuh dari sebutir biji yang kecil kemudian berubah menjadi tunas yang kecil dan lama kelamaan akan mengeluarkan daun dan akar? Setelah akarnya muncul dan kemudian ia ditanam di dalam tanah, maka mulailah si akar kecil ini terus bekerja dengan ikhlas tanpa pernah memikirkan posisi dirinya yang berada di bahagian yang paling bawah dari tanaman itu sendiri. Subhanallah….Maha Suci Allah yang begitu adil terhadap apa-apa yang telah diciptakan-Nya. Sekalipun akar pohon berada pada bagian paling bawah, akan tetapi ternyata pohon yang kecil tidak akan pernah berubah menjadi pohon yang sangat besar jika saja sang akar tidak dapat menghidupinya, menembus tanah yang begitu keras, melewati bebatuan dan mencari zat-zat yang bermanfaat yang bisa menjadi sumber makanan baginya, zat-zat makanan dan sumber-sumber air yang begitu jauh berada di bawah tanah. Ketika zat-zat makanan telah ditemukan, maka sang akar akan membagikannya kepada batang, kemudian ke bagian daun, sehingga makin lama makin bertambah jumlah daun serta cabang-cabangnya. Setelah bertambah besar ukuran pohon tersebut dan makin banyak jumlah cabangnya, maka mulailah ia menghasilkan buah yang bisa menjadi sumber makanan bagi makhluk lain. Mulailah ia menjadi penghasil oksigen bagi kehidupan manusia dan juga menjadi sebab kehidupan manusia terlindung dari berbagai macam bahaya seperti banjir, dikarenakan kemampuan pohon tersebut untuk menyerap kelebihan air di atas permukaan tanah. Bukan itu saja, ada banyak makhluk yang sangat bergantung pada keberadaan sang pohon karena sang pohon bisa menjadi tempat tinggal dan tempat berteduh yang nyaman.

Subhanallah, ada begitu banyak manfaat yang dapat kita ambil dari sebuah pohon, maka mengapa kita tidak dapat mengambil pelajaran darinya? Lalu bagaimanakah sikap kita sebagai manusia di muka bumi? Dan bagaimanakah sikap kita sebagai seorang muslim? Sudah berapa banyak manfaatkah yang telah kita berikan kepada orang-orang di sekitar kita? Sudah berapa banyakkah kebaikan-kebaikan yang telah kita kerjakan sehingga itu bisa menyelamatkan diri kita dan juga orang lain dari marabahaya?

Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta. Pohon merupakan sesuatu yang dapat memberikan pelajaran dan hikmah. Dalam Al-Qur’an, surah Ibrahim ayat 24-25, Allah ‘Azza Wa Jalla telah berfirman :

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpaan kalimat yang baik (yaitu kalimat tauhid yang menyerukan kepada kebaikan serta mencegah kemungkaran), seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit”

“Pohon itu menghasilkan buah pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat”.

Sahabat, mari mengambil pelajaran yang berharga dari sebuah pohon. Semakin bertambah usianya, maka semakin banyak pula manfaat yang dapat diberikannya untuk kehidupan ini. Jadilah manusia perduli dan dapat memberikan banyak kebaikan pada makhluk lain. Semoga bermanfaat!!

Wahai Ayah….Bermainlah Bersama Anakmu

SEORANG ayah memang memiliki tanggung jawab nafkah bagi keluarga, sehingga wajar jika umumnya para ayah sangat sedikit memiliki waktu di rumah. Apalagi yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan lainnya. Tentu selain sedikit, mungkin kondisi fisik kala di rumah sudah sangat lelah.

Namun demikian, seorang ayah tidak boleh terbawa keadaan. Ada satu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan yang dipesankan Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wasallam, terutama ketika anak-anak masih balita. Yakni bermain bersama anak-anak.

Sekalipun terkesan sederhana, jika tidak disadari dengan baik, seorang ayah akan sangat kecil kemungkinan mengagendakan waktunya bermain bersama anak-anak. Padahal, bermain bersama anak-anak, terutama kala balita sangat baik untuk menguatkan hubungan bathin antara ayah dan anak.

Tauladan Rasulullah

Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam sendiri di tengah kesibukannya memimpin umat masih menyempatkan waktu untuk bermain bersama anak-anak.

Suatu riwayat menyebutkanRasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas Radhiyallahu anhu, untuk berbaris lalu berkata, “Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).”

Anak-anak itu pun bergegas berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuan Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam, lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.

Dengan demikian para ayah jangan sampai tidak mengagendakan waktunya untuk bermain bersama putra-putrinya. Tidak mesti ke taman bermain sebagaimana umumnya orang melakukannya. Cukup di rumah saja; dengan bermain kuda-kudaan, kejar-kejaran atau pun sekedar berjalan-jalan di sekitar rumah sambil mengenalkan anak pada lingkungan sekitar.

Mengubah Emosi

Selain itu, bermain bersama anak bisa mengubah emosi anak. Misalnya, seorang anak marah karena mainannya dipinjam oleh adik atau kakaknya. Kemudian dia menjadi rewel dan mencari perhatian. Dalam kondisi itu bermain bisa membuat emosi anak berubah seketika.

Ajak saja anak untuk berlari-lari, atau bersama anak masuk dalam selimut untuk menutup badan bersama. Atau dengan bermain apa yang disukai sang anak, insya Allah anak akan segera terpancing untuk ikut bermain dan merelakan apa yang sebelumnya membuatnya tidak nyaman.

Tidak Monoton

Seorang ayah yang memiliki kebiasaan bermain dengan anak-anaknya akan memiliki kemampuan komunikasi yang luwes, sesuai dengan tabiat anak-anak. Tidak kaku sebagaimana orang dewasa. Hal ini tentu akan sangat menyenangkan hati anak-anak.

Seperti yang Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam lakukan ketika memanggil Anas bin Malik Radhiyallahu anhu. “Nabi Shallallahu Alayhi Wasallam memanggilku : ‘Wahai pemilik dua telinga’ (HR Ahmad dalam al-Musnad 3/127, Abu Dawud dalam sunannya no. 4994, at-Tirmidzi dalam sunannya no. 2059).

Di sini tentu sangat menarik apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam. Bagaimana cara beliau bermin-main dengan bercanda dengan memanggil Anas dengan sebutan ‘pemilik dua telinga.’

Tentu panggilan semacam itu sangat aneh dan mengundang kelucuan, sebab bagaimana mungkin Anas tidak memiliki dua telinga.

Namun, kala dewasa ternyata dari candaan ringan itu Anas Radhiyallahu Anhu benar-benar mampu menggunakan telinganya sebagai alat penerima pesan penting dari apa yang Rasulullah ucapkan. Jadi, tidak heran jika Anas menjadi sahabat yang termasuk banyak meriwayatkan hadits.

Jika para ayah mau meluangkan waktu bermain bersama anak-anaknya, insya Allah anak-anak tidak akan merasa ‘gerah’ apalagi sampai tidak betah berada di rumah. Ia akan senang dan nyaman di rumah bersama ayah yang suka mengajaknya bermain.

Dan, dalam kondisi seperti itu, insya Allah anak lebih siap mendengar nasehat dan lebih bisa merasuk dalam qalbunya. Seperti yang Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam teladankan kepada Anas Radhiyallahu Anhu. Jika demikian, kenapa tidak kita lakukan? Wallahu A’lam.*

Source : Hidayatullah.com

MARI KENALI POTENSI DIRI KITA

Setiap manusia terlahir dengan memiliki bakat dan potensi yang unik. Tapi ternyata tidak semua dari kita mampu mengenali potensi itu. Nah sahabat, mari kita kenali dan memanfaatkan potensi yang ada pada diri kita, yaitu dengan mencoba sebenarnya apa sih yang kita sukai atau yang kita minati. Dan jangan anda takut untuk mencoba. Orang yang tidak pernah mencoba maka ia tidak akan memiliki pengalaman. Dan belajar dari berbagai pengalaman yang diperoleh, akan mengetahui suatu bakat atau potensi yang terpendam pada seseorang.

Kita perlu memahami lebih dahulu potensi yang tersimpan dalam diri. Dari sanalah seseorang menentukan arah dan mengawali tindakan untuk mewujudkan tujuan hidup. Keberhasilan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan dipengaruhi oleh kesanggupan atau kekuatan untuk melakukan suatu pekerjaan. Sebenarnya semua hal tergantung kemauan pada diri sendiri. Begitu juga dengan potensi. Potensi berkembang baik pada orang yag mengetahui kemampuanya dan berkeinginan kuat untuk mengembangkannya. Sebaliknya, potensi akan terkubur jika pemiliknya berdiam diri dan tidak perduli dengan bakat yang dimilikinya. Sebenarnya di dunia ini tidak ada orang yang bodoh, tidak mampu, tidak berbakat, dan tidak berpotensi. Setiap orang merupakan emas yang mempunyai potensi besar yang terpendam pada diri sendiri. Hanya saja, banyak orang belum menyadari potensi tersebut.

Potensi pada dasarnya  bisa berkembang maksimal melebihi perkiraan kita. Semua tegantung pada cara kita memandang potensi diri dan motivasi untuk mengembangkannya. Menurut Howard Gardner, ada 9 macam kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yaitu :

  • Kecerdasan verbal
  • Kecerdasan matematis
  • Kecerdasan musikal
  • Kecerdasan kinestetis (tubuh)
  • Kecerdasan emosional
  • Kecerdasan spasial
  • Kecerdasan intrapersonal
  • Kecerdasan naturalis
  • Kecerdasan linguistik

Setiap orang paling tidak dibekali salah satu atau bahkan lebih dari kecerdasan tersebut secara menonjol. Dari kecerdasan tersebut maka munculah sebuah potensi diri. Cara mengenali potensi diri : Sebenarnya banyak potensi yang terpendam dalam diri kita sahingga perlu digali lagi. Setiap orang ingin mencapai kesuksesan, tetapi hanya sedikit yang tahu caranya. Salah satu kuncinya adalah kekuatan pribadi. Potensi adalah kemampuan terpendam yang seseorang miliki sehingga orang tersebut harus berusaha menggalinya dengan cara :

  • Mengenal diri sendiri
  • Kenali motivasi hidup
  • Jangan mengadili diri sediri
  • Selalu mencoba

Memang tidak mudah untuk mengenali bakat yang kita miliki. Sebagian orang menyadari potensi dan bakat uniknya setelah berusia lanjut, atau telah mengalami berbagai krisis dalam kehidupan mereka. Pentingnya mengenal bakat dan potensi unik tercermin dari opini dari para pakar bahwa rata – rata seorang dewasa haya akan menggunakan 10% potensi kecerdasannya. Rata – rata orang dewasa menggunakan dengan sungguh – sungguh 1/10000 dari potensi kecerdasannya selama hidup.

Jika kita hendak memanfaatkan sepenuhnya dari tujuan hidup, maka ada 3 komitmen yang perlu kita penuhi :

  • Saya akan mencari jati diri yang lebih tinggi
  • Saya akan mencari bakat – bakat unik saya
  • Saya akan bertanya pada diri sendiri tentang cara terbaik untuk berbakti demi umat manusia

Cara lain untuk mengenali potensi dan bakat unik kita adalah dengan memperhatikan kegiatan yang kita pilih untuk mengisi waktu luang. Umumnya kita melakukan hal – hal yang kita senangi. Apapun pilihannya kegiatan tersebut didasari oleh kesenangan yang mendalam. Hal ini berkaitan dengan potensi unik yang tersembunyi pada diri kita.

Dengan mengenali potensi tersebut, sebenarnya sangatlah menunjang kesuksesan hidup seseorang. Dalam hal ini perlu dilakukan analisis potensi diri sejak dini untuk mencari tahu lebih dalam tentang segala sesuatu yang ada pada diri sendiri, sehingga kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan masing – masing. Dengan menganalisis potensi diri, kita akan memiliki cara pandang dan melakukan tindakan untuk memperbaiki kekurangan tersebut, dan memanfaatkan kelebihan yang ada.

Berikut ini adalah sejumlah cara untuk menemuka hasrat dalam diri yang dapat mendorong munculnya suatu potensi diri :

1. Melatih peduli diri yang ekstrem

2. Dengarkan isyarat tubuh

3. Jelajahi hasrat anda (dengarkan kata hati)

4. Biarkan diri anda bermimpi

5. Lihat impian yang menghantui anda

6. Perluas visi anda

7. Temukan sisi jenius anda

8. Bersihkan kepercayaan yang tersumbat (yakinlah pada diri sendiri)

9. Rayakanlah kesuksesan anda

Orang – orang yang gagal adalah orang yang tidak mau memaksimalkan potensinya, sebaliknya orang yang sukses adalah orang yag mampu memaksimalkan potensi dirinya. Orang sukses bukan berarti tidak pernah mengalami kekalahan, kegagalan, hambatan, dan masalah. Namun, bedanya dari orang – orang biasa, mereka tidak mau menyerah pada kekalahan, kegagalan, hambatan, dan masalah terebut. Anda harus menjadi orang kreatif. Kreatifitas dapat diartikan sebagai kemampuan menempatkan objek – objek yang ada dan mengubahnya menjadi bentuk yang baru untuk suatu tujuan yang baru. Kreatifitas meliputi 3 hal yaitu : Kreatifitas merupakan kemampuan ( ability ) Kreatifitas merupakan sikap ( attitude ) Kreatifitas merupakan sebuah proses.

Sikap kreatif memerlukan cara berfikir kreatif. Dengan cara itu maka seseorang mampu melihat persoalan dari berbagai perspektif.unsur kreatif diperlukan dalam proses berfikir untuk menyelesaikan masalah. Semakin kreatif, semakin banyak alternatif solusinya. Kreatifitas memang tidak dapat dipaksakan, tapi harus dimungkinkan untuk tumbuh. Kreatifitas adalah suatu proses upaya manusia untuk membagun dirinya dalam berbagai aspek kehidupannya.

Tujuan pembangunan diri adalah untuk menikmati kualitas kehidupan yang semakin baik yang dicerminkan melalui kelancaran, kelenturan, orginalitas dalam berfikir. Kreatifitas dapat merubah hal yang biasa menjadi luar biasa. Kreatifitas bukanlah monopoli hak orang jenius saja, kreatifitas ditumbuhkembangkan pada setiap orang melalui proses yamg sifatnya bertahap. Sikap kreatif harus didukung oleh “Kecerdasan Emosional”.

Secara mental, orang kreatif memilki  hal-hal berikut :

1. Hasrat mengubah hal – hal disekelilingnya

2. Memiliki kepekaan serta bersikap terbuka dan tanggap terhadap sesuatu

3. Minat untuk menggali lebih rasa ingin tahu

4. Mendalam dalam berfikir

5. Mampu berkonsentrasi

6. Mampu menekuni suatu permasalahan

7. Selalu mencoba dan melaksanakan

8. Optimisme

9. Mampu bekerja sama

Kreatifitas berarti berani untuk mengambil risiko, karena mencoa hal – hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Selama otak masih berfungsi, kreatifitas masih mengalir dalam diri seseorang, dalam hal ini ada banyak hambatan untuk menjadi kreatif yaitu : Rasa takut, Rasa puas, Rutinitas tinggi, Kemalasan mental dan Terpaku pada masalah.

Ciri – ciri orang kreatif adalah : Pribadi kreatif mempunyai kekuatan energi fisik Pribadi kreatif cerdas dan cerdik Pribadi kreatif dapat berselang – seling antara imajinasi dan fantasi Pribadi kreatif cenderung menunjukkan introversi dan ekstroversi Pribadi kreatif cenderung menunjukkan androgini psikologis Cara mengembangkan kreatifitas Seseorang yang mempunyai kreatifitas tinggi akan menghasilkan pemikiran yang luar biasa, aneh, terkadang dianggap tidak rasional. Orang kreatif mampu melakukan loncatan pemikiran yang menimbulkan pemecahan masalah. Cara berfikir kreatif ditandai dengan bertemunya kecerdasan intelektual dengan kecerdasan emosional.

Ada 3 faktor yang dapat menunjang berfikir kreatif: Kemampuan kognitif, Sikap terbuka, Sikap bebas, otonom, dan percaya diri. Setiap orang memiliki kreatifitas dalam dirinya. Kreatifitas akan datang jika kesempatan muncul didepan mata. Ada banyak cara agar kesempatan itu muncul diantaranya :

  1. Amatilah sesuatu yang dikenal
  2. Jangan menunda pekerjaan sampai dengan batas waktunya
  3. Pejamkan mata dan biarkan pikiran mengembara
  4. Jangan berkata “tetapi”, katakanlah “dan”
  5. Ambillah sudut pandang orang lain
  6. Melakukan pencurah gagasan
  7. Menumbuhkan imajinasi
  8. Belajar mandiri
  9. Mari belajar memotivasi diri yaitu dengan :
  10. Ubahlah kebiasaan dan citra diri anda
  11. Lakukanlah tindakan
  12. Terimalah perubahan dan tantangan suatu masalah
  13. Terapkan ide –ide pada setiap sudut kehidupan
  14. Milikilah rasa ingin tahu dan jadilah pengamat
  15. Kembangkan daya berfikir reflektif dan kemampuan – kemampuan anda
  16. Bersikaplah berani mengambil risiko
  17. Berkolaborasilah

Nah….Sahabat, kreatifitas bisa terjadi karena kita mencoba sesuatu dengan sengaja. Dari sengaja ita mampu mengerjakannya dan menjadi terbiasa. Jadi kreativitas muncul karena kita terbiasa untuk berkreasi. Tunggu apa lagi, mari kita mulai sekarang!!

Discover Your Talent

Tidak semua orang mampu membaca minat dan bakatnya. Padahal setiap manusia telah Allah karuniakan kemampuan dan bakat yang luar biasa sebagai modal baginya untuk menentukan dan memilih sesuatu untuk dijalaninya dalam kehidupan ini. Bakat merupakan hadiah yang tak ternilai harganya dari talentSang Pencipta sehingga manusia harus mensyukuri dan memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan dirinya juga orang lain. Setiap manusia itu memiliki karakter  yang unik, demikian pula dengan bakat bawaan alami yang bisa saja merupakan turunan genetik dari orang tua.

Bakat bisa terbagi menjadi bakat bawaan lahir baik itu yang nampak dan tersembunyi serta ada juga yang terbentuk karena seseorang sering mengasah kemampuannya .  Seseorang bisa saja menjadi mahir atau excellent di bidang tertentu karena sudah terbiasa melakukan pekerjaan tersebut. Contoh, seorang pria bisa saja menjadi mahir memasak karena sudah terbiasa menyiapkan sendiri makanan untuk dirinya ataupun keluarganya.

Orang yang beruntung adalah orang mampu mengenali dirinya sendiri, mengetahui apa yang menjadi kecenderungan hatinya dan mengenali apa yang menjadi bakatnya, kemudian dia memanfaatkannya sebaik mungkin. Sebaliknya orang yang gagal adalah orang yang tidak dapat memaksimalkan apa yang ia miliki dan hanya mengikuti kemana “arah angin bertiup”.

Mungkin untuk mengenali dan menggali bakat itu sendiri membutuhkan waktu yang tidaklah sebentar. Seseorang harus benar-benar menyelaraskan apa yang menjadi kata hatinya dengan sesuatu yang sudah terbiasa dikerjakannya. Bahkan saya sendiri pun masih terus mencoba untuk mengeksplorasi apa yang menjadi minat dan bakat yang saya miliki.

Setelah membandingkan informasi dari berbagai sumber dengan kenyataan yang kita rasakan, ternyata ada beberapa point penting yang harus kita perhatikan dalam mengenali dan menggali bakat yang kita miliki, yaitu :

  1. Mulailah membuat daftar kegiatan apa saja yang anda senangi
  2. Tanyakan pada hati nurani anda apa yang betul-betul mudah dan anda merasa ‘enjoy’ dalam mengerjakannya.
  3. Banyaklah melakukan eksperimen atau kegiatan yang sifatnya baru untuk mengenali bakat tersembunyi yang anda miliki
  4. Pilihlah satu diantara sekian banyak daftar minat tersebut yang paling anda kuasai dan cintai
  5. Ketika anda telah menemukan “minat dan bakat” tersebut, mulailah fokus dulu untuk mendalami dan menguasainya.
  6. Buatlah sebuah hasil karya dari minat dan bakat anda tersebut.
  7. Mintalah pendapat orang lain untuk menilainya apakah mendapat respon yang positif atau negatif
  8. Cobalah percaya kepada kemampuan anda sendiri bahwa “saya bisa” membuat yang terbaik
  9. Ketika anda mendapatkan respon yang positif dari orang lain, cobalah menghargai diri anda sendiri dengan berpikir positif
  10. Kembangkanlah yang anda temukan tersebut dengan penuh kreatifitas dan imajinatif
  11. Beranilah bermimpi dan berimajinasi
  12. Jangan batasi kreatifitas anda dan cobalah ide-ide baru
  13. Jangan terlalu cepat merasa puas dengan kreatifitas yang anda buat
  14. Jangan lupa bersyukur kepada Sang Pemberi Nikmat (Allah SWT)
  15. Jangan lupa menghasilkan kreatifitas yang banyak manfaatnya terutama buat orang lain
  16. Jadilah diri anda sendiri dan jauhi sifat sombong dan takabur

Demikian beberapa point sederhana yang mudah-mudahan bisa membantu anda dalam menggali dan menemukan serta memaksimalkan minat dan bakat anda. Setiap orang diberikan kelebihan dan kekurangan dan tak ada satupun manusia di muka bumi ini yang sempurna. Karena kesempurnaan itu hanyalah milik Allah Yang Maha Pencipta. Jangan bersedih jika anda selalu merasa dilecehkan, direndahkan atau ditolak oleh orang lain, karena sebenarnya di dalam setiap diri manusia ada “berlian” yang tersimpan yaitu “potensi” untuk menjadi manusia yang unggul. Nah…..sahabatku, selamat berkarya……dan jangan pernah berputus asa.

SEORANG LAKI-LAKI YANG DIRINDUKAN SURGA

Suatu ketika di jaman Rasulullah SAW ada seorang laki-laki yang baik dan sederhana. Ia selalu berusaha untuk menjalankan dan mematuhi perintah Rasulullah SAW. Laki-laki ini melihat begitu banyak kemuliaan sifat pada diri Rasulullah sehingga ia pun tergerak hatinya untuk mencontoh kemuliaan akhlak yang diajarkan oleh Nabi SAW.

man in nthe dessert

Betapa tidak, sifat-sifat kemuliaan akhlak seperti pemaaf, rendah hati, pemurah dan menyayangi semua makhluk membuat Nabi SAW menjadi seorang pemimpin sekaligus pendidik bagi para sahabatnya sehingga Nabi SAW sangat dikagumi dan ditaati.

Ketika itu, Nabi SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya untukmelaksanakan sholat berjamaah di masjid. Namun secara tiba-tiba Rasulullah SAW berkata kepada para sahabatnya, “Sebentar lagi seorang laki-laki calon penghuni surga akan melewati kalian”. Kemudian para sahabat pun dibuat penasaran. Siapa gerangan laki-laki yang dimaksudkan oleh Rasulullah itu. Setiap dari mereka menengok ke kanan dan ke kiri mencari tahu adakah seorang diantara mereka yang akan lewat. Dan tak lama kemudian, lewatlah seorang laki-laki dengan pakaian yang sederhana dengan membawa terompahnya. Ternyata laki-laki ini pun hadir di masjid untuk sholat berjamaah sebagaimana para sahabat melakukannya dan dirinya tidak mengetahui pembicaraan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Semua sahabat bergumam dalam hati, “Oh, betapa beruntungnya orang ini, sampai-sampai Rasulullah SAW pun mengucapkan suatu penghargaan baginya”.

Di hari berikutnya, di saat yang sama pun tiba-tiba Nabi SAW berkata kepada para sahabatnya, “Sebentar lagi seorang laki-laki calon penghuni surga akan melewati kalian”. Dan tak lama kemudian lewatlah laki-laki yang sama seperti hari sebelumnya. Para sahabat semakin dibuat penasaran apa gerangan kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki ini.

Kemudian hari ketiga berikutnya disaat yang sama seperti sebelumnya, Nabi SAW berkata kepada para sahabatnya, “Sebentar lagi seorang laki-laki calon penghuni surga akan melewati kalian”. Wah kali ini para sahabat semakin penasaran dan mencari tahu siapa sebenarnya laki-laki yang dimaksudkan oleh Nabi SAW.

Seorang sahabat Nabi SAW bernama Abdullah bin Amr selalu memperhatikan orang yang dimaksudkan oleh Baginda Nabi SAW sejak hari pertama hingga hari ketiga. Ah, rasa keingintahuannya pun tak tertahankan. Akhirnya Abdullah bin Amr pun beranjak dan menghampiri laki-laki tersebut. “Wahai saudaraku, maafkan aku…..saat ini aku sedang menghadapi masalah. Aku sedang bertengkar dengan ayahku dan aku tidak akan berbicara padanya selama tiga hari lamanya. Bolehkah aku menumpang untuk tidur dirumahmu selama tiga malam?” tanya Abdullah kepada laki-laki itu. Laki-laki yang baik itu pun menjawab, “Silahkan saudaraku….aku akan membantumu. Kamu boleh menginap di rumahku selama tiga malam”.

Sebenarnya tujuan utama Abdullah ini adalah hanya untuk mencari tahu apa saja sih yang sering dikerjakan oleh laki-laki itu sehingga ia dijanjikan syurga? Kemudian mereka berdua pun pulang ke Abdullah untuk beristirahat. “Silahkan saudaraku, beristirahatlah dulu….aku tidak akan mengganggumu”, kata laki-laki itu kepada Abdullah bin Amr. “Terima kasih saudaraku atas kebaikanmu, kamu boleh meninggalkan aku”, jawab Abdullah dengan tenang. Kemudian laki-laki itu pun meninggalkan Abdullah dan sibuk mengerjakan perkerjaan yang sering dilakukannya setiap hari.

Mulailah Abdullah memperhatikan apa saja yang dikerjakan oleh laki-laki itu tanpa merasa lelah. Dari sebelum tidur hingga fajar tiba, Abdullah masih menunggu dan menunggu. Abdullah pun tahu laki-laki itu sedang tertidur pulas. Abdullah pun mulai mengerjakan sholat malam yang sudah menjadi kebiasaannya. Abdullah pun memperhatikan adakah pekerjaan yang dilakukan laki-laki itu? Oh, ternyata Abdullah pun sadar, rupanya laki-laki itu masih tertidur pulas. Saat fajar pun datang, laki-laki itu bangun untuk melaksanakan sholat subuh. Laki-laki itu berangkat ke masjid seperti biasanya. Abdullah hanya mengikutinya dari belakang. Hari pertama pun telah berlalu, kemudian hari kedua dan hari ketiga. Namun sayang sekali, bagi Abdullah apa yang dikerjakan oleh laki-laki itu tak ada yang istimewa. Menurutnya, semua kegiatan yang dilakukannya sama saja dengan apa yang Abdullah juga sering kerjakan. Sholat berjamaah di masjid, mengerjakan sholat tepat waktu, mengurus keluarga, bekerja untuk menghidupi keluarga, “Aaah, apa lagi ya yang tidak aku kerjakan seperti laki-laki itu?”, Abdullah bergumam di dalam hati. “Hmm, kelihatannya sih biasa-biasa saja. Ibadahnya pun tak jauh lebih baik dari yang sering aku kerjakan”, demikian penasarannya Abdullah.

Akhirnya di hari ketiga itu pun, Abdullah mendekati laki-laki itu seraya berkata kepadanya, “Wahai saudaraku terima kasih atas kebaikanmu tapi ada satu pertanyaan yang masih mengganjal di hatiku”, ucap Abdullah. Laki-laki itu pun bertanya, “Adakah sesuatu yang engkau ingin tanyakan kepadaku?”. Abdullah pun menjawab, “Betul saudaraku, tapi maafkan aku sebelumnya, sebenarnya tujuanku mengikuti dan memperhatikanmu adalah aku hanya ingin mengetahui apa kelebihan yang Allah berikan kepadamu sampai-sampai Rasulullah SAW berkata bahwa engkau ini adalah calon penghuni syurga”.

Mendengar ucapan Abdullah pun laki-laki itu berkata, “Sebenarnya apa yang aku kerjakan setiap hari adalah biasa-biasa saja, aku beribadah selayaknya yang engkau pun lakukan. “Engkau memang benar saudaraku, tapi pastilah ada sesuatu yang membuatmu menjadi istimewa di hadapan Allah”, ucap Abdullah. “Adakah yang engkau ingat dari amalan yang sering engkau lakukan setiap hari?”, tanya Abdullah lagi. Kemudian laki-laki itu mengingat-ingat kira-kira amalan apa yang selalu menjadi kebiasaannya. “Ooh…..saya baru ingat, ada amalan yang sering saya lakukan setiap malam menjelang tidurnya dan amalan ini saya lakukan dengan ikhlas untuk mencari ridho Allah dan saya tidak pernah tahu apakah ini yang membuatku masuk syurga tapi saya benar-benar mengerjakannya dengan sepenuh hati”, ujar laki-laki itu pada Abdullah. “Oh ya, boleh saya tahu?” tanya Abdullah lagi. “Setiap malam sebelum saya tertidur, saya selalu berdoa pada Allah. Saya selalu memohonkan ampun bagi orang lain, saya memaafkan semua orang yang telah menyakiti saya. Saya juga memohon pada Allah agar hati ini dibersihkan dari segala sifat iri, dengki, hasad, riya, dan penyakit hati lainnya”, jelas laki-laki itu pada Abdullah.

“Subhanallah….rupanya amalan sederhana inilah yang membuatmu menjadi istimewa di hadapan Allah, wahai saudaraku”, kata Abdullah sambil menitikkan air mata. Laki-laki itu hanya diam saja, ia tahu bahwa semua sahabat hasil didikan Rasulullah SAW adalah orang-orang yang sholeh dan memiliki semangat yang luar biasa untuk mencari ridho Allah dan mencari amalan-amalan yang dapat memasukkan diri ke dalam syurga-Nya. “Terima kasih saudaraku, semoga ini menjadi pelajaran berharga bagiku,…..Assalamu Alaikum”, ucap Abdullah. “Wa alaikum salam warahmatullah…”, jawab laki-laki itu sambil berlalu dan meninggalkan Abdullah bin Amr.

JOKES STORY

JOKES STORY

A HERO

A man is taking a walk in Central park in New York. Suddenly he sees a little girl being attacked by a pit bull dog . He runs over and starts fighting with the dog. He succeeds in killing the dog and saving the girl’s life. Here is the conversation between a policeman who was watching the scene walks over and the man;

Policeman :          “You are a hero, tomorrow you can read it in all the newspapers: “Brave New Yorker saves the life of little girl”.

The man says:     “But I am not a New Yorker!”.

Policeman :          “Oh ,then it will say in newspapers in the morning: ‘Brave American saves life of little girl'”.

The man :             “But I am not an American!”.

Policeman :          “Oh, what are you then? ”

The man :             “I am a Saudi !”.

Policeman :          “The next day the newspapers says: “Islamic extremist kills innocent American dog.